Tarbiyah Tauhid Sejak Dini

murid KB dan TK Plus Hasyim Asy’ari dalam kegiatan tahlil setiap jum’at pagi

Mengenalkan tauhid kepada anak sejak dini memang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim. Dalam kalimat tauhid mengandung keesaan dan kekuasaan Allah yang pastinya akan menjadi bekal kebaikan untuk kehidupan di masa mendatang. Misal dalam kalimat laa ilaaha illallaah, tiada tuhan selain Allah, mengajarkan kepada kita semua bahwa yang bisa menolong kita dalam segala keadaan hanyalah Allah SWT semata.

Membimbing anak tanpa diiringi bacaan-bacaan dzikir dan doa ibarat berjalan tanpa penunjuk arah. Mungkin akan sampai pada tujuannya, namun dalam menghadapi rintangan saat coba menemukan jalan hanya amarah dan perasaan tidak tenang yang dirasa. Berbeda dengan jika orang tua atau pendidik terus membacakan dzikir dan doa untuk anak-anak mereka. Bagaimanapun keadaan anak, dengan pertolongan dari Allah lewat dzikir dan doa itu, Allah jadikan hati dan pikiran pendidik terus tenang dan tetap berhusnudzon (berbaik sangka) hingga amarah dan perkataan kurang baik tak akan terlontar.

Tentunya dengan wasilah atau lantaran dzikir dan doa tersebut, anak mempunyai uswah hasanah (teladan yang baik) dari pendidik bahwa mengingat Allah dalam segala hal, terutama belajar adalah penting dan harus dilakukan. Dan pastinya, harapan dari para pendidik adalah hal ini akan terus dilakukan oleh anak-anak sampai kapanpun.

Jika menilik kembali salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله تعالى عنه: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rosulullah SAW bersabda : Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat setelahnya dan anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya).”
bahwa amalan yang tidak akan pernah terputus salah satunya adalah doa. Dan tentunya membaca tahlil ini adalah bagian dari doa.

KB Hasyim Asy’ari, lewat kegiatan tahlil setiap hari jumat pagi sebelum masuk kelas, membiasakan pada anak didik untuk membaca dzikir dan doa. Setiap jumat pagi seluruh ustadzah dan murid akan berkumpul di halaman sekolah dan membaca tahlil bersama-sama. Selain untuk mendoakan para leluhur dan pewakaf di LPMNU Hasyim Asy’ari, tahlil ini juga ditujukan untuk mendoakan para murid, wali murid dan para guru serta semua staff Lembaga agar selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat, keberkahan dan kebaikan dalam hidup.

Selain itu dengan adanya membaca tahlil bersama ini bisa membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang disiplin. Kegiatan ini seperti alarm untuk orang tua dan anak agar jangan sampai melewatkan pembacaan tahlil yang manfaatnya sangat besar. Dan semakin tertib mengikuti tahlil, bacaan-bacaan tahlil akan cepat dan mudah dihafal.

Meskipun anak – anak masih belum bisa melafalkan kalimah thoyyibah dengan baik, dengan kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak terbiasa mendengarkan kata-kata dan doa – doa yang baik. Jika telinga, mata dan hati selalu disiram dengan kebaikan, ini akan sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang mereka. Mungkin rekam memori mereka belum menjangkau semua aktifitas yang dilakukan di sekolah karena usia yang masih dini. Namun kebaikan akan selalu membekas. Entah bekas baik itu akan tertumpuk dengan banyaknya hal yang mereka simpan dalam memori, suatu saat pasti akan muncul lebih menonjol dibangdingkan dengan tumpukan memori-memori lainnya itu.